(Almost) Goodbye, School
Hiyya bloggah. It's been a long time, like 2 months since my last post. It's always been like this. It's always been this way. One day I'm crazy about blogging and writing and et cetera, the next day I completely forget about it. Ok maybe it's because this superficial brain of mine has ideas shortage? I used to blog about what's in my mind and how I see that but now I'm too busy thinking about it and overthink about it so *boom* I can't sort it out. And now I'm feeling like writing in English.
Friday, March 7, 2014
Ok so, eh wait, I don't want to write 'Okay' anymore because it seems inefficient. Even though you write 'Ok' or 'Okay' it's still pronounced the same so why bother? If this was five years ago, Esia user will thank me for sure because they could save phone money by not using inefficient words.
Back to the topic.
Sepertinya (dan sekarang gue ingin menulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar) akhir-akhir ini gue akan jarang menulis. Karena ya, males aja gitu dan lagi sibuk juga dengan segala tetek bengek cikal bakal kelulusan ini. Anyway on the way busway, gue akan menghadapi UN 1.5 bulan lagi dan Ujian Sekolah minggu depan (!!!) time flies. Ini tuh bener-bener ujian yang menentukan masa depan. Beda sih rasanya sama SMP. Kalo pas SMP 3 bulan kemudian gue bakal tetep pake seragam, sistem sekolah yang sama, walaupun lingkungannya baru. Ini, gue gak tau bakal jadinya kaya gimana. Sekarang lagi proses daftar buat SNMPTN Undangan nich. Gue (kayanya) akan daftar Ilmu Ekonomi UI dan Manajemen UI. I put looootttsss of thoughts in it, I might explode as well. Sampe kemaren gue masih galau lalu bersama mamaku aku ke BK dan ngobrol-ngobrol.. Jadinya yah, close the book jangan mikir terlalu panjang lagi nanti malah makin bingung. Hm. Gue juga pengen sih kuliah di luar negeri, tapi mengingat kondisi finansial dan omongan om nafi waktu itu gue urungkan niat deh. Kalo beasiswa baru oke lah. Insya Allah S2 eke ke Amerika deh cyin amin o:)
Pas gue keterima SNMPTN Undangan (AMIN YA ALLAH) gue akan ngepost deh dan akan baca post ini, sedikit tertawa geli ha ha ha begitu suara tawanya. Kata Bu Puri SNMPTN ini sebenernya hadiah. Buat anak-anak yang udah berprestasi, ini dikasih kado sama pemerintah ga usah susah-susah lagi tes. Namanya juga hadiah, kalo ga dikasih ya udah bukan buat kita emang hadiahnya. Masih ada hadiah lain menanti yang lebih baik buat kita. Menurut gue pemilihan kuliah itu jadi menunjukkan karakter orang ya... Bukan, bukan kalo gue milih psikologi misalnya berarti gue pengen menyembuhkan diri sendiri. Tapi cara memilihnya. Ada yang gonta ganti mulu (kaya gue gitu hehehe), ada yang teguh kukuh berlapis baja, ada juga yang licik... Sengaja ga ngumpulin kertas pilihan biar pilihannya ga keliatan jadi dia lebih bisa nyusun strategi, terus ga ngasihtau orang-orang juga. Pilihan sih ya emang. Tapi biar dikata apa sih? Toh kalo emang nilai lo cukup dan hadiah itu emang buat lo juga lo akan dapet. Kalo lo minder dengan nilai yah seengganya jangan nyusahin orang lain. Parasit.
Hmmm gue sangat berharap amat terlalu sama SNMPTN Undangan ini... Karena gue males belajar lagi buat SBMPTN atau SIMAK atau SMUP atau apalah. Dan biar orang tua tenang juga. Tapi I realize kalo kita manusia hanya bisa tawakkal, ikhtiar dan raja' kepada Allah. (edisi Senin US Agama) jadi gue (akan) berusaha semaksimal mungkin... Yak sebenernya gue sangat amat jarang nyentuh buku di rumah BUT I'LL TRY I SWEAR I'LL TRY dan gue bahkan belum pernah ikut PM dan besok ada PM dan sekarang gue males tapi... harus, harus.
Ya Allah,
Semoga saya diterima di Universitas dan fakultas yang terbaik bagi saya
Dan semoga jalannya dimudahkan
Ya Allah,
Semoga saya tidak menyusahkan orang tua saya
Dan semoga saya bisa membanggakan mereka
Ya Allah,
Semoga seterusnya jalan hidup saya dimudahkan
Diberi lampu-lampu pijar yang berpendar di setiap persimpangan
Agar saya bisa melihat dengan jelas mana jalan-Mu.
- Doa Restananda, Jumat 7 Maret 2014.
Labels: kuliah, labschool, school, sekolah, snmptn, university